Profil Desa Sangkima

Mengenal lebih dekat sejarah, visi, dan struktur Desa Sangkima.

Identitas Desa

Nama Desa
Sangkima
Kode Desa
6404120003
Kepala Desa
Muhammad Alwi, S.Pd
Kecamatan
Sangatta Selatan
Kabupaten
Kabupaten Kutai Timur
Provinsi
Kalimantan Timur
Domain Resmi
desasangkima.kutaitimurkab.go.id

Visi

“ Terciptanya Transparansi Tata Kelola Pemerintahan Untuk Desa Sangkima Yang Profesional, Mandiri, dan Aman”

Misi

1. Memperkuat tata kelola pemerintahan desa yang efektif, demokratis, transparan, akuntabel, dan professional melalui peningkatan kapasitas bagi aparatur desa, kepala desa, BPD, LPM, KPMD.
2. Memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat melalui kegiatan pertanian dan pemanfaatan potensi sumberdaya alam yang tersedia.
3. Percepatan pembangunan infrastruktur dan akses layanan dasar untuk meningkatkan derajat kehidupan masyarakat.
4. Pelestarian lingkungan hidup dan potensi alam untuk mewujudkan desa wisata yang berwawasan lingkungan.
5. Mengupayakan terwujudnya pemerataan kesempatan kerja bagi masyarakat khususnya usia produktif.
6. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dengan mewujudkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan program lainnya untuk membuka peluang lapangan kerja bagi masyarakat.
7. Meningkatkan sarana dan prasarana desa dari aspek fisik, ekonomi, pendidikan, kesehatan, olahraga, sosial budaya.

Sejarah

Sekitar tahun 1970, Sangkima merupakan sebuah kampung dengan segala kegiatan administrasi berpusat di kota Bontang sebagai ibukota kecamatan. Pada saat itu,Kampung Sangkima dipimpin oleh bapak Untung Suropati.
Tahun 1972 Pertamina mulai masuk dan beroperasi di daerah Sangkima. Sebelum itu wilayah Sangkima pernah dijadikan lahan penambangan oleh belanda pada tahun 1932 yang kemudian ditinggalkan. Kisaran tahun 1972-1973 warga Sangkima terjangkit penyakit beri-beri dan kolera yang sempat menewaskan 30 orang. Hingga tahun 1982 pusat administrasi masih berada di Bontang, pada saat itu pemerintahan kampung sempat terhenti karena kepala kampung memiliki tugas ganda yaitu sebagai kepala kampung serta merangkap menjadi koordinator hansip.
Tahun 1984 Sangkima menjadi dusun yang terdiri dari 5 RT dan menjadi perwakilan Kecamatan Sangkima. Pada tahun 1987, 4 tokoh masyarakat Sangkima yaitu, bapak Hamid, Sukri Idar, Suwito dan H. Rustan berinisiatif mengupayakan dusun Sangkima untuk dapat menjadi desa, setelah melalui perjuangan panjang akhirnya pada tahun 1995 Dusun Sangkima berubah status menjadi Desa Persiapan Sangkima dan 4 orang tokoh tersebut menjadi Pjs (pejabat sementara)desa persiapan.
Tahun 1996 dengan SK Menteri NO:140/SK.406.A/1996 Sangkima Resmi menjadi Desa dengan kecamatan bukan lagi di Kota Bontang melainkan masuk di Kecamatan Sangatta. Tahun 1997 berdasarkan surat Menteri NO : 146.1/1331/PUOD Sangkima menjadi desa definitive yang dipimpin oleh Bapak Sukri Idar. Sangkima sendiri memiliki luas wilayah sebesar 10.473 Ha. dengan penduduk sebanyak 3.105 jiwa dan terbagi menjadi 921 KK.
Desa Sangkima melaksanakan Pilkades pertama pada tanggal 03 Februari 1999 dengan menempatkan bapak Drs. Said Ramadan Sebagai Kepala Desa terpilih. Tahun 2004 berdasarkan undang-undang nomor 22 tahun 1999 tentang Otonomi Daerah, maka Desa Sangkima dipecah menjadi 2 (dua) yaitu menjadi Desa Sangkima dan Desa Persiapan Teluk Singkama.Hal ini mengakibatkan luas wilayah Desa Sangkima berkurang sekitar 2.203 hektar yang menjadi bagian wilayah desa Persiapan Teluk Singkama/Sangkima lama.
     Pada tahun 2014 SK baru Desa Sangkima keluar dengan Nomor 140/K.789/2014, desa ini resmi dalam lingkup kecematan Sangatta Selatan yang Luas wilayah sekitar 37.919,2 ha. Adapun total penduduk sebanyak 3.105 jiwa. Secara administrasi, Desa Sangkima terletak di Kecamatan Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur. Keseluruhan wilayahnya masuk dalam kawasan Taman Nasional Kutai (TNK), dengan luas wilayah 37.919,2 ha.
Sebagian besar penduduk Desa Sangkima mempunyai mata pencaharian sebagai petani dan nelayan meskipun ada beberapa penduduk desa yang berprofesi sebagai karyawan PT. Pertamina yang beroperasi di wilayah desa ini. Desa Sangkima terdiri dari 9 Dusun dan 27 Rukun Tetangga (tahun 2019) namun setelah adanya data Rukun Tetangga yang memiliki jumlah warga dibawah syarat administrasi suatu Rukun Tetangga maka Rukun Tetangga tersebut dilebur, sehingga di bulan Oktober tahun 2020 sampai dengan tahun 2025 Desa Sangkima memiliki 9 Dusun dan 26 Rukun Tetangga.
Salah satu dusun yang ada di Desa Sangkima yaitu Dusun Teluk Lombok adalah kawasan strategis yang mempunyai potensi besar untuk dikembangkan menjadi pusat pariwisata bahari. Kawasan ini berbatasan langsung dengan selat makasar dan hampir semua penduduknya menggantungkan hidupnya dari sumber daya laut (nelayan).
Desa Sangkima juga memiliki potensi untuk pengembangan pertanian seperti pertanian tanaman pangan, perkebunan dan peternakan. Sampai akhir tahun 2005, Desa Sangkima telah dikembangkan lahan berupa sawah tadah hujan seluas 450 ha yang digunakan untuk tanaman padi dan komoditi tanaman pangan lainnya. Tanah dalam bentuk rawa sekitar 850 ha yang berpotensi untuk pengembangan budidaya ikan. Potensi lain yang dimiliki oleh desa ini adalah tanah kering yang dimanfaatkan untuk tegal/ladang sekitar 465 ha dan 200 ha untuk pemukiman. Sebagian besar warna tanah di desa ini adalah kuning, hitam dan abu-abu dengan tekstur lempung dan pasir yang kedalamannya 50 m, serta tanah di desa ini juga memiliki kandungan besi.
Beberapa komoditi pertanian telah dikembangkan di desa ini seperti tanaman pangan (padi, singkong, umbi-umbian dan jagung), komoditi perkebunan (durian, kelapa, Kelapa Sawit, salak, Jeruk), komoditi peternakan(sapi, ayam, bebek, itik dan kambing) dan pengembangan tanaman obat serta komoditi perikanan terutama perikanan laut mempunyai potensi besar dikembangkan menjadi komoditi unggulan di desa ini.
Di samping potensi sumber daya alam, Desa Sangkima juga didukung oleh sistem kelembagaan yang sudah berjalan dengan baik. Lembaga desa seperti Kepala Desa dan BPD maupun lembaga masyarakat seperti LPM, kelompok keagamaan dan kelompok tani. Bahkan ada kelompok tani yang merupakan kelompok binaan Mitra TNK berhasil mewakili Kabupaten Kutai Timur di lomba desa percontohan tingkat provinsi.
Dukungan infrastruktur jalan menuju Desa Sangkima terdiri dari jalan utama menuju Bontang yang telah beraspal serta jalan dari Sangata Lama meskipun tidak beraspal masih dapat dilalui kendaran baik mobil maupun motor. Desa Sangkima juga terdapat bandar udara yang dibangun oleh pihak Pertamina dan sekarang sudah diserahkan ke Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Timur, namun kini bandara tersebut telah nonaktif.